Gempa M 6,9 Banten : Dinsos Langsung Kerahkan KSB dan Tagana

SERANG I DBC–Dinas Sosial Provinsi Banten langsung merespons gempa magnitudo 6,9 di Banten dengan mengerahkan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada Jumat malam (2/8). Personel tagana telah bergerak cepat melakukan evakuasi warga dari wilayah pesisir pantai menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Demikian juga dengan KSB yang bergerak membantu evakuasi, mengatur rute evakuasi, memastikan mereka bergerak ke titik lokasi yang aman di ketinggian dan memberikan informasi kepada masyarakat potensi tsunami yang berakhir pukul 21.35 Wib.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana melalui siaran persnya yang diterima dinamikabanten.co.id, Minggu (4/8/2019).

Setelah bersiaga, kata Kadinsos, Tagana dan KSB juga telah mengidentifikasi kerusakan rumah dan bangunan serta memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar bagi korban yang terdampak.

Dikatakan Nurhanan, KSB terbukti sangat efektif saat terjadi gempa. Warga bahu membahu sesama warga desa untuk mengevakuasi sesama warga desa untuk sama-sama berlindung ke tempat yang lebih aman.

Masih dalam rilis siaran persnya, Kasi PSKB Dinsos Banten, Irma Muliasari menjelaskan beberapa KSB yang terdampak bencana di diwilayah kabupaten Pandeglang meliputi KSB Sumur, KSB Angsana, KSB Pagelaran, KSB Cibitung, KSB Panimbang, KSB Cibaliung, KSB Carita, KSB Sukaresmi, KSB Sidamukti, KSB Labuan dan KSB Cikeusik. KSB di Kabupaten Serang yaitu KSB Anyer dan KSB Cinangka, sementara itu di Kabupaten Lebak hal yang sama dilakukan juga oleh KSB di wilayah terdampak seperti KSB Wanasalam, KSB Bayah, KSB Cihara, KSB Banjarsari dan KSB Cilograng.

“Sampai dengan saat ini KSB yang terbentuk di Provinsi Banten ada 33 KSB dan ke depan akan dibentuk KSB-KSB lainnya terutama untuk wilayah yang rawan bencana,” ucapnya.

Menurutnya, peran Tagana di ketiga wilayah yaitu kabupaten Pandeglang, kabupaten Serang dan kabupaten Lebak juga dirasakan sangat membantu baik itu dalam proses evakuasi warga maupun pendataan masyarakat terdampak.

“Sedikitnya 200 personil tagana Pandeglang, 100 tagana Lebak, 100 tagana Serang, dan 37 tagana Kota Serang bersiaga pada saat dan setelah gempa Banten,” tukasnya.

Sementara, sambung Irma, diwilayah lainnya tagana di kota Cilegon, kota Tangerang dan kota Tangerang Selatan serta Kabupaten Tangerang juga telah bersiaga untuk membantu apabila terjadi berbagai kemungkinan pasca gempa.

Kasi PSKB juga menerangkan bahwa dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartassasmita pada kunjungannya di Pandeglang Banten, Sabtu (3/8), yang pada kesempatan tersebut Mensos menyampaikan bahwa rumah yang rusak akan mendapat bantuan bangunan rumah (BBR) dari Kementerian Sosial.

“Bantuan ini berupa uang yang akan disalurkan secara non tunai melalui perbankan dan digunakan untuk membeli bahan bangunan rumah berdasarkan Permensos no 4 tahun 2015 tentang bantuan langsung berupa uang tunai bagi korban bencana. Warga yang rumahnya rusak akan didata oleh masing-masing pemerintah daerah untuk mengetahui tingkat kerusakannya untuk selanjutnya diajukan ke Kemensos untuk diverifikasi dan validasi sebelum bantuan ditransfer ke rekening penerima. Untuk verifikasi dan validasi, Kemensos didampingi oleh dinsos provinsi dan kabupaten/ kota dengan melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten/kota untuk kepastian data penerima,” beber Irma.

Untuk melengkapi persyaratan administrasi, imbuhnya lagi, akan melibatkan peran serta Tagana, KSB, Tenaga Pelopor Perdamaian, TKSK, pendamping PKH/Jamsosratu serta PSKS lainnya di wilayah terdampak. Dengan percepatan verifikasi dan validasi data ini diharapkan masyarakat terdampak gempa dapat segera memperbaiki rumahnya yang rusak akibat gempa.

“Selain bantuan bangunan rumah, Kemensos juga akan memberikan santunan ahli waris bagi korban yang meninggal,” tambahnya.

Berdasarkan data yang masuk, telah tercatat ada 4 korban meninggal dunia. Sebagaimana bantuan bangunan rumah, santunan ahli waris juga akan diberikan secara non tunai. (ade gunawan)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *