Rekruitmen Petugas Haji di Banten Berlangsung Transparan dan Akuntabel

SERANG I DBC — Seleksi penerimaan petugas haji di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Banten dipastikan telah berlangsung dengan baik, transparan, akuntabel dan profesional.

Hal itu dikatakan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. A. Bazari Syam saat ditemui dinamikabanten.co.id di kantornya, Jumat.

Bazari menjelaskan, proses rekruitmen petugas haji yang dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 209 itu diyakini telah berlangsung secara terbuka, tranparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. “Masyarakat dari unsur manapun saat itu boleh mendaftar dan diberikan kesempatan yang sama. Dengan catatan dia memiliki kriteria sebagimana yang telah ditetapkan oleh Panitia,” kata Bazari Syam.

Menurutnya, rekrutmen petugas haji dilakukan secara online dan menggunakan sistem CAT, yaitu menjadi salah satu cara untuk menjaring petugas-petugas yang memiliki kompetensi baik dari sisi ibadah maupun dari sisi regulasi, secara transparan dan akuntabel. Berdasarkan hasil CAT, imbuhnya peserta akan  disaring lagi untuk mengukur pemahaman dan pengalaman sesuai bidang tugas yang dilamarnya melalui wawancara.

“Jadi ruang untuk melakukan main mata, nepotisme dan lain sebagainya kita tutup rapat-rapat dengan metode seleksi berbasis IT (online-red),” tandasnya.

Lebih lanjut Bazari menuturkan, seleksi rektrumen petugas haji menggunakan system CAT ( Computer Assisted Test  ) dimana system CAT tersebut merupakan tahun kedua dilaksanakan. System CAT ini, imbuhnya,  adalah suatu metode seleksi online dengan alat bantu komputer yang dilaksanakan sebagai pengganti tes tulis bagi calon petugas baik di tingkat provinsi maupun pusat.

Seleksi ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Dirjen PHU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pedoman Rektrumen Petugas Haji Indonesia Tahun 1440 H/2019 M.

Dikatakan Kakanwil Banten, kegiatan rekrutmen itu penting dikakukan karena bertujuan menyamakan persepsi dan menyiapkan petugas lebih awal sehingga diharapkan dapat menjaring petugas yang memiliki komitmen  Pembinaan, Pelayanan dan Perlindungan kepada Jemaah sebagai tugas utamannya selama operasional haji. Petugas yang demikian nantinya diharapkan dapat memenuhi harapan jemaah untuk dapat menjalankan ibadahnya secara baik dan benar guna menggapai haji mabrur.

Ia berharap, seleksi rekrutmen ini mampu menyiapkan petugas haji yang profesional, handal dan memiliki akhlaq mulia serta untuk meningkatkan kapasitas petugas haji sesuai sasaran mutu penyelenggaraan ibadah haji.

Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. Lukmanul Hakim menyatakan kegiatan rektrumen petugas ini sangat penting dalam proses penyelenggaraan ibadah haji, dimana semua aspek unit menajemen harus berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Disampaikan juga dalam proses rekrutmen penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440 H/ 2019 M bahwa pemberangkatan jemaah haji kloter pertama dimulai tanggal 7 Juli 2019 yang telah dilakukan pekan lalu. Wukuf di Arafah tanggal 10 Agustus 2019. Awal pemulangan jemaah haji  tanggal 15 September 2019. Oleh karena itu petugas haji harus disiapkan sebelum awal pemberangkatan jemaah haji.

Menurutnya, dalam rekrutmen petugas haji maka harus memiliki kompetensi dan integritas yang baik bagi calon TPHI, TPIHI, dan PPIH. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, kompetensi dan wawancara.

Seleksi pola CAT ini, katanya, merupakan tahun kedua, sedangkan keunggulan seleksi CAT selain menghemat anggaran negara juga mempercepat proses pemeriksaan dan laporan hasil seleksi. Semua itu merupakan upaya dalam rangka menciptakan standarisasi  seleksi dan mewujudkan sistim yang transparan, obyektif dan akuntabel.

Ia menekankan ketika proses seleksi itu, bahwa seluruh peserta mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi petugas melalui persaingan yang sehat dan dapat di pertanggung jawabkan serta bersikap sportif, konsekuen dan mengutamakan profesionalitas.

“Bagi yang yang belum mendapat peluang menjadi petugas tahun ini, H. Lukamannul Hakim berharap tidak berkecil hati dan  untuk melayani tamu Allah  terbuka pada tahun yang akan datang. Dikatakan pula kepada peserta yang lolos diharapkan agar mempersiapkan diri agar bisa menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dam profesional karena peran mereka akan menentukan dalam penilaian kualitas pelayanan petugas haji untuk tahun 1440 H/ 2019 M ini,” tutupnya.(adg)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *