BKD Banten Pastikan Mutasi dan Rotasi 120 Kepsek Sesuai Aturan

DBC I KOTA SERANG — Kepala BKD Banten DR H Komarudin mengatakan, pengukuhan, mutasi, dan rotasi, ratusan kepala sekolah ini telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan mengikuti aspirasi masyarakat yang diterima oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Yakni, masyarakat yang mempertanyakan adanya kepala sekolah yang sudah menjabat terlalu lama, sehingga berpotensi melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018. ”Ada kepala sekolah yang sudah menjabat selama 8 tahun dan belum diganti-ganti. Padahal itu tidak baik,”terangnya (30/8).

Selain itu juga, pengukuhan pelaksana
tugas (Plt) menjadi kepala sekolah definitif ini juga mengikuti aspirasi masyarakat yang selama ini juga kerap mempertanyakan banyaknya jabatan kepala sekolah yang selama ini dijabat oleh pelaksana tugas. ”Jadi saya tegaskan, tidak ada aliran uang dalam proses mutasi ini dan murni sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya juga.

Menurut Komarudin lagi, prosedur mutasi, rotasi dan pengangkatan kepala sekolah itu sudah melalui pertimbangan pengangkatan jabatan yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar dengan anggota dari BKD, Dewan Pendidikan Banten, Pengawas Sekolah, dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah). Lalu, hasil pertimbangan tim tersebut disampaikan kepada Gubernur Banten selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). ”Pak gubernur tentu banyak cara untuk menentukan siapa yang layak diangkat dan ditempatkan di sekolah tertentu. Itu memang kewenangan gubernur,” cetusnya.

Komarudin juga menegaskan, penempatan kepala sekolah berdasarkan pertimbangan yang objektif untuk kemajuan dunia pendidikan di Banten. ”Kebijakan mutasi apa pun dasarnya selalu ditanggapi pro dan kontra. Bahkan banyak yang menanggapi keputusan mutasi sebagai keputusan yang tidak sehat dan penuh kepentingan bagi-bagi jabatan. Itu tidak benar,” paparnya juga. Padahal, terang juga mantan Plt Bupati Tangerang ini, mutasi dan rotasi itu merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi yang dinamis. ”Tujuannya dari mutasi dan rotas itu, dalam rangka penyegaran,” tuturnya lagi. Ia juga menyadari, dalam sebuah proses mutasi, rotasi, maupun pengukuhan pejabat, pihaknya tidak dapat memuaskan semua pihak. Namun demikian, Komarudin menegaskan, seluruh proses dilakukan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku termasuk mengacu kepada Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Jabatan Kepala Sekolah. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh kepala sekolah yang sudah menerima SK (surat keputusan) yang baru agar segera berbenah, dan melaksanakan serta melanjutkan berbagai program kegiatan disekolah sesuai dengan program prioritas Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten. Sebab, kata Komarudin lagi, kepala sekolah merupakan jabatan strategis dalam rangka pencapaian visi dan misi pemerintah daerah (pemda) dalam pelayanan hak dasar bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Banten. ”Kami berharap dengan adanya pengangkatan kepala sekolah definitif ini, dunia pendidikan di Provinsi Banten akan lebih maju lagi,” tukasnya juga.

Sementara itu, salah seorang kepala sekolah yang sebelumnya menjabat di salah satu sekolah menengah atas di Serang mengaku terkejut atas mutasi dirinya. Dia dipindahkan menjadi kepala sekolah di sekolah menengah kecil di tingkat kecamatan yang memiliki murid tidak lebih dari 500 orang. ”Tentu saya agak kaget dengan mutasi ini, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Namun sebagai abdi negara saya siap ditempatkan dimana saja,” ujar kepsek senior yang enggan ditulis namanya ini dengan raut wajah kecewa.

Sedangkan Ketua MKKS SMK Banten Lilik Hidayatulllah menyambut positif pelaksanaan mutasi, rotasi, dan pengkuhan jabatan kepala sekolah yang dilakukan oleh BKD Banten. Karena selama ini banyak jabatan kepala sekolah yang diisi oleh Plt dan ada kepala sekolah yang sudah terlalu lama menjabat di satu sekolah yang perlu penyegaran.

”Menurut saya, mutasi, dan rotasi, kepala sekolah yang dilakukan saat ini sudah berjalan fair dan objektif,” ujar Lilik yang juga kepala SMK Negeri 2 Kota Serang ini. Ia juga berharap kepada seluruh rekan-rekan kepala sekolah di Provinsi Banten terus bersinergi dan inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu juga membantu Pemprov Banten mewujudkan pendidikan yang berkualitas, memiliki daya saing, dan gratis sesuai amanat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun
2018.Untuk diketahui bahwa pada Juma (28/8/2020) sebanyak 120 kepala sekolah (kepsek) SMA/SMK negeri se-Provinsi Banten dimutasi, rotasi, dan dikukuhkan sebagai kepala sekolah definitif oleh Gubernur Banten Wahidin Halim melalui Badan Kepegawain Daerah (BKD) Banten. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *