BAPENDA PROVINSI BANTEN GELAR DISEMINASI PAJAK DAERAH

SERANG I DBC — Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten menggelar Diseminasi Pajak Daerah di salah satu perguruan tinggi di Banten. Acara yang mengambil tema “Generasi Taat Pajak” ini diisi tiga narasumber dari instansi yang berbeda yaitu Bapenda, Kepolisian Daerah Banten, dan Jasa Raharja Cabang Banten.

Sosialisasi pajak daerah dilakukan agar dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk dapat memahami pentingnya tertib pajak. Terutama pajak kendaraan bermotor. Mengingat berbagai fasilitas yang dibangun pemerintah salah satunya bersumber dari pajak daerah.

Pajak daerah merupakan salah satu sumber penting pemasukan atau pendapatan daerah. Dimana dengan adanya pajak tersebut dapat difungsikan sebagai sumber pembiayaan terhadap pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Mengingat setiap daerah memiliki potensi-potensi pemasukan yang dapat dioptimalkan keberadaannya, maka perlu dilakukan adanya perluasan objek pajak daerah. Berawal dari kepentingan tersebut, terbentuklah pembagian bidang perpajakan menjadi pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota. Adanya pemberlakuan hal tersebut merupakan bentuk pelaksanaan wewenang pemerintahan daerah yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kemandirian daerah.

Abadi Wuryanto, Kabid Pendapatan Pajak yang juga narasumber pada kegiatan tersebut menguraikan tentang 5 (lima) kewenangan pajak untuk pemerintah provinsi meliputi Pajak Kendaraan Bermotor; Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor; Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; Pajak Air Permukaan; dan Pajak Rokok.

Abadi menjelaskan bahwa sumber pendapatan terbesar pemerintah berasal dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor. Menurutnya bahwa Pendapatan daerah yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor dan bea balik kendaraan digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana, sementara pajak air permukaan dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor digunakan untuk dana kelestarian lingkungan sementara pajak rokok digunakan untuk urusan kesehatan.

Sementara itu Narasumber dari Polda Banten menjelaskan “regident ranmol” adalah fungsi kepolisian untuk memberikan legitimasi asal usul dan kelaikan, kepemilikan serta pengoprasian ranmor, fungsi control, ferensik kepolisian dan pelayanan kepada Masyarakat melalui verifikasi, pencatatan dan pendataan, penomoran, penerbitan dan pemberian bukti dan identifikasi ranmor, pengarsipan serta pemberian informasi. Tertib administrasi dalam rangka mewujudkan perlindungan dan kepastian hukum “, Ujarnya.

Dan narasumber ketiga Romi Agus Wijaya Kasubag SW, selaku ke tiga Narasumber memberikan paparan mengenai “membayar pajak sudah termasuk delam Jasa Raharja, sehingga jika terjadi kecelakaan lalu lintas yang bias mendapatkan bantuan dari Jasa Raharja”, Ujar Romi.
Jasa Raharja juga menyediakan Hak santunan dengan ketentuan yang sudah berlaku, sehingga segeralah untuk hubungi kantor Jasa Raharja terdekat jika anda atau keluarga anda mengalami kecelakaan lalulintas.

Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa ini berlangsung menarik karena mahasiswa juga diberikan kesempatan berdialog yang juga mendapatkan berbagai hadiah menarik yang disediakan oleh Bapenda Provinsi Banten dan Polda Banten dan Jasa Raharja. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *