Banten Menangis Ditinggal Tokoh Pendiri

SERANG I DBC —- Masyarakat Banten kembali menangis usai kepulangan salah seorang tokoh pejuang dan pendiri Provinsi Banten, H Muchtar Mandala, Kamis, 6 Agustus 2020, pukul 04.45 WIB,

“Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un,” ungkap Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan duka sedalam-dalamnya saat diberikan kabar wafatnya H. Muchtar Mandala (75 tahun), Kamis, 6 Agustus 2020, pukul 04.45 WIB.

Almarhum H Muchtar Mandala diketahui menjadi salah satu Pejuang dan Pendiri Provinsi Banten. Tokoh kelahiran Pandeglang, 5 Juni 1945 ini meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RS Siloam Karawaci, selama satu setengah bulan karena sakit yang dideritanya.

“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Banten, kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya,” ungkap WH.

Almarhum, H. Muchtar Mandala juga merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Ia adalah putra Banten yang aktif di dunia perbankan. Almarhum juga pernah menduduki beberapa jabatan strategis. Antara lain sebagai: Sekretaris Jenderal Perbanas, Wakil Ketua Kadin Pusat, Ketua Umum Bankers Club Indonesia, pengurus ASEAN Bankin Council, wakil Indonesia di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan wakil Indonesia di Asia-Europe Business Forum (AEBF).

Peran almarhum H. Muchtar Mandala yang cukup bersejarah adalah aktivitasnya sebagai salah satu pendiri Provinsi Banten. Rumah tinggalnya di Kampung Nyi Mas Ropoh menjadi saksi berkumpulnya tokoh-tokoh masyarakat Banten pada 23 Januari 2000. Yang selama ini dikenal sebagai tempat pembacaan “Deklarasi Nyi Mas Ropoh” yang menjadi cikal-bakal berdirinya Provinsi Baten pada 4 Oktober 2000.

“Bagi kami, Pak Muchtar Mandala adalah salah satu tokoh pendiri Banten. Orang yang sangat baik dan kebanggaan masyarakat Banten,” ungkap WH. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *