Bangun Jalan Pakai Sistem  CTB Lebih Bagus Dari Hotmix Biasa, Benarkah?

DBC I LEBAK – Menanggapi adanya sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak memprotes dan menolak adanya pembangunan jalan menggunakan metode konstruksi Cement Treated Base (CTB) yang dimasukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019 yang dinilai pemborosan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, angkat bicara. Bahkan PUPR mengklaim bahwa pembangunan jalan menggunakan metode tersebut lebih bagus daripada hotmik biasa.

Kepala Bidang Jasa Kontruksi Dinas PUPR Lebak, Irvan Suyatupika menjelaskan, kelebihan dari penggunaan metode kontruksi CTB yaitu lapisan kontruksi CTB tidak peka terhadap air, sifat ini sangat membantu untuk kontruksi dimana muka air tanahnya tinggi dan kondisi curah hujan yang tinggi.

Tidak hanya itu, katanya nilai CBR yang dihasilkan lebih tinggi dari agregat biasa. Sehingga dapat mengurangi tebal rencana perkerasan dan pelaksanaan yang relatif cepat.

“Dalam dasar design umum, manual design perkerasan jalan nomor 02/M/BM/2013, CTB menawarkan penghematan yang signifikan dibanding perkerasan lapis pondasi berbutir untuk jalan yang dilewati lalu lintas sedang dan berat.

Bahkan biaya perkerasan berbasis CTB secara tipikal lebih murah dari ada perkerasan kaku atau perkerasan beraspal tebak konvensional,”ujarnya, Selasa (20/11).

Ditambahkanya, kontruksi metode CTB jauh lebih bagus dibandingkan dengan hotmix biasa. Karena, menggunakan CTB dapat dihitung perbandingannya, satu kilo betonisasi, itu dua kilo CTB, satu kilo CTB itu dua kilo hotmix biasa.

” CTB, kualitasnya hampir tidak jauh dengan betonisasi, harganya juga lebih irit ketimbang pembangunan jalan menggunakan betonisasi, dan CTB ini jelas lebih bagus dibandingkan hotmix biasa,”tandasnya.

Terpisah, politisi partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Bambang SP, mengatakan, adanya konstruksi metode CTB dapat meringankan anggaran, sehingga anggaran yang lebihnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan yang lainnya. Karena, jika dipaksakan menggunakan pembangunan jalan menggunakan betonisasi memang kualitas nya diatas CTB, tapi lihat biayanya itu lebih besar bahkan dua kali lipat dari anggaran CTB.

Tapi pihaknya tidak setuju jika jalan Kabupaten ini dibangunan menggunakan hotmix biasa.”Saya sepakat untuk perbaikan jalan Kabupaten menggunakan CTB.

Apalagi pengerjaan CTB itu mulai dari nol berbeda dengan hotmix biasa. Kalau CTB, itu diratakan terlebih dahulu, terus dilapisi menggunakan semen lalu dihotmix.

Berbeda dengan hotmix biasa, jika ada yang rusak itu hanya ditambal atau pembangunan yang baru itu tidak menggunakan lapisan semen,”terangnya.
Ditambahkan Bambang, seharusnya masyarakat tersebut menyoal betonisasi yang anggarannya lebih besar ketimbang CTB bukan sebaliknya.

“Ditahun 2019 dalam Rancangan Anggaran Pendapatan  Belanja Daerah (RAPBD), khususnya di Dinas PUPR itu banyak pembangunan jalan menggunakan CTB. Kita akan bicara dengan pihak dinas tersebut,”tandasnya. (Fahdi/Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *