Bahagianya Petani Cikeusik, Padinya Terselamatkan Berkat Pompanisasi

BANTEN | DINAMIKA BANTEN – Para petani Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, merasa terbantu dengan pinjaman mesin pompa air dari Dinas Pertanian Provinsi Banten untuk mengamankan persawahan mereka yang saat ini memasuki Masa Tanam (MT) ketiga tahun 2023.

Ketua Kelompok Tani Pancakarya 1 Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik Rohani mengatakan, pada masa tanam ke-3 ini, tanaman padi mereka sudah memasuki usia 1,5 bulan. Dimana pada posisi itu, tanaman padi sebagian besar membutuhkan cukup banyak air, sementara irigasi terdekat yang biasa menjadi sumber utama pengairan mengalami kekeringan. 

“Makanya kami sangat bersyukur telah membantu dengan keinginanan dua pompa air dari Distan Provinsi Banten. Alkon itu sangat dibutuhkan untuk mengairi persawahan petani. Semoga dengan pinjaman ini masa tanam yang ketiga bisa berhasil sampai panen,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nanggala Sumarna menyampaikan di Desa Nanggala menambahkan, terdapat 17 Kelompok Tani (Poktan) sawah dan 1 Poktan kebun dengan total luas sawah mencapai 800 Hektar dan Kawasan Hutan Pangkuan Desa (HPD) 100 Hektar yang dimiliki masyarakat.

“Awalnya kita banyak mengandalkan dari irigasi teknis, tapi sementara sumber airnya sudah mulai berkurang akibat kemarau. Sehingga ada upaya masyarakat itu dengan sistem pompanisasi,” ujarnya.

“Alhamdulillah hari ini kami didatangi oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten, dan peran dari pemerintah ini kami rasakan manfaatnya,” sambungnya.

Sumarna juga mengaku, dengan adanya pinjaman pompa air dari Distan Provinsi Banten ini sangat membantu para petani secara umum. Pasalnya tidak sedikit petani di sini yang tidak memiliki mesin pompa. Terlebih lagi, masa panen akan tiba sekitar 1,5 hingga 2 bulan lagi.

“Alhamdulillah dari Provinsi Banten telah tiba 2 mesin pompa air. Infonya akan ditambahan pinjamanan lagi. kami berharap ini dapat menyelamatkan posisi pertanian kami pada masa tanam ke-3 ini berjalan lancar,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala UPTD Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Banten Adham Bahtra Pangerti menyampaikan, dalam mengantisipasi dampak El Nino akan bertindak melaksanakan beberapa program, terutama mengantisipasi ancaman kekeringan untuk lahan pertanian, khususnya persawahan.

“Salah satunya seperti meminjamkan pompa air serta membuat sistem sumur pantek,” katanya

Selain itu, diminta juga terus melakukan update data daerah mana saja yang sedang mengalami kekeringan atau hal-hal lain yang berdampak terhadap sektor pertanian. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *