Awal Tahun 2021, Tahu Tempe Bakal Hilang Dipasaran

SERANG I DINAMIKABANTEN.CO.ID — Menjelang tahun baru 2021, komoditas tahu tempe diprediksi bakal hilang dipasaran. Hal itu menyusul akibat sebagian besar pengrajin atau pengusaha olahan kacang kedelai se-Banten berencana menghentikan sementara produksi sejak tanggal 30 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021.

“Ini merupakan bagian dari sikap protes kami kepada pemerintah akibat harga bahan dasar tahu tempe yakni kacang kedelai hingga saat ini tidak mengalami perubahan. Namun justru tren-nya terus mengalami kenaikan,” kata Ketua Kopti Kota Serang, Redi Kurniadi kepada dinamikabanten.co.id di Serang, Rabu (30/12/2020).

Redi mengaku langkah mogok produksi tahu tempe yang diinisiainya mendapat dukungan dari Kopti Kabupaten Tangerang, Kopti Kabupaten Lebak dan Kopti Kabupaten Kota lainnya se-Banten.

“Untuk di Kota Serang bisa dipastikan di Pasar Induk Rau atau Rau Trade Center (RTC) tahu tempe akan hilang dipasaran selama tiga hari itu,” tandasnya.

Pengurus Kopti Kota Serang saat melakukan audiensi ke Disperindag Provinsi Banten

Untuk selanjutnya, sambung Redi, komiditas tahu tempe akan kembali ada dipasaran dengan harga yang berbeda menyesuikan dengan naiknya harga kedelai.

“Kenaikan ini sudah dibahas melalui forum Gabungan Kopti DKI Jakarta bahkan menjadi isu nasional, dan kami pun sepakat dengan keputusan ini. Untuk itu masyarakat diharapkan bisa memaklumi dan memahaminya” harapnya.

Sebagai informasi hingga saat ini harga kedelai masih dalam kisaran Rp.9.300/kg dan selama Covid-19 belum terlihat tanda penurunan harga.

Menurut informasi yang dihimpun, kenaikan harga dipicu oleh harga dolar Amerika Serikat yang fluktuatif dan selama masa Pandemi Covid-19 pasokan kedelai ke dalam negeri kian terhambat akibat pengetatan pemeriksaan oleh petugas terkait. (Hendris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *