Akibat Tak Disiplin, 36 TKS Setwan Harus Jalani Pembinaan

DBC I Serang – Akibat ulah dirinya yang tidak disiplin saat menjalankan kewajiban kerja, sebanyak 36 honorer non kategori atau tenaga kerja sukarela (TKS) di Sekretariat Dewan (Setwan) Banten harus rela mendapat treatment dan pembinaan khusus. Itu dilakukan jika mereka ingin kembali mendapat perpanjangan SPT 2019.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Banten Emboy Iskandar mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan evaluasi terhadap seluruh TKS di lingkungannya.

Kata Emboy, dari total TKS berjumlah 539, hanya 503 diantaranya yang direkomendasikan untuk menerima perpanjangan surat perintah tugas (SPT).

“TKS hasil evaluasi, yang direkomendasikan atas pertimbangan loyalitas mereka. Yang tidak direkomendasikan 36 orang,” kata Emboy, Kamis (31/1).

Embay menjelaskan, 36 orang yang tidak direkomendasikan sepenuhnya merupakan hasil penilaian dari kepala bagian (kabag) dan kasubag.

Ke 36 TKS yang tidak direkomendasikan itu diantaranya terdapat di Subag TU Kepegawaian 1 orang, Subag rumah tangga 2 orang dan bagian keuangan 2 orang. Selanjutnya, Bagian Verifikasi 2 orang, Bagian Perlengkapan Dewan 4 orang, Bagian Rapat dan Risalah 4 orang. Lalu, Subag Produk Hukum dan Tenaga Ahli 6 orang, Subag Peliputan dan Protokol 4 serta Bagian Informasi Publikasi 8 orang.

“(Evaluasi) kita kembalikan ke Kasubag dan Kabag. Lalu data TKS yang tidak direkomendasikan masuk ke kita segitu. Tidak direkomendasikan tapi masih ada proses treatment. Jadi kita tidak bisa mengeksekusi langsung,” katanya.

Sebenarnya, kata dia, meski tak direkomendasikan namun perpanjangan SPT untuk 36 TKS tersebut sudah disiapkan. Perpanjangan SPT itu baru akan diberikan jika yang bersangkutan telah mengikuti pembinaan dan bersedia membuat perjanjian secara tertulis.

“Penanganannya adalah kita panggil. Mereka bikin sebuah pernyataan bahwa mereka bakal tertib (disiplin-red). Kalau mereka tidak mengubah diri, ya sudah eksekusi. Nanti kita panggil dulu, baru kita monitor secara penuh. Sekiranya mereka masih bisa bekerja sama ya kita dukung,” ungkapnya.

Lebih lanjut ditegaskan, pembinaan sudah mulai dilakukan dalam beberapa hari terakhir hingga awal Februari mendatang.

“Penanganannya harus sehumanis mungkin. Februari diperkirakan ditentukan (yang dieksekusi dan bertahan),” tuturnya.

Sekretaris DPRD Banten EA Deni Hermawan membenarkan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pembinaan kepada TKS yang tidak direkomendasikan. Dia berharap mereka bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik jika masih ingin menjadi bagian dari Sekretariat DPRD.

“Kembali lagi ke masing-masing, kalau mau memenuhi apa yang dipersyaratkan mungkin bisa dipertimbangan. Yang menolong itu dia sendiri dan kinerjanya,” ujarnya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *