Adab Memuliakan Ulama dan Sesama Muslim

DINAMIKABANTEN.CO.ID — Dalam kitab Atibyan Fi Adabi Hamalatil Quran Karangan Imam An Nawawi menerangkan bahwa diantara isi pesannya adalah memuliakan pembawa atau penghafal al-qur’an dan menghormati orang yang beriman.

Bab ketiga menerangkan tentang memuliakan Ahli Qur’an. “Barang siapa yang mengagungkan syiar syiar atau tanda tanda atau hukum hukum tentang kebesaran Allah adalah bagian dari ketakwaan hati. Lalu pertanyaannya siapakah yang mensyiarkan tanda kebesaran Allah ? Dialah para ulama atau penghafal Alqur’an yang harus di muliakan,” ungkap Ust. Anam.S.Sy saat mengisi kajian rutin di Majelis Al-Gahwah, Komplek Banten Indah Permai (BIP), Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Selasa (8/12/2020).

Ia menerangkan, dalam kitab tersebut Rasulullah SAW juga mengajarkan tentang bagaimana menghormati atau memuliakan sesama muslim. “Rendahkan lah diri kamu kepada orang-orang mukminin” tukilnya.

Jemaah menyimak paparan Ustad Anam dalam Kajian Rutin di Majelis Al-Gahwah

Begitu indah anjuran yang di sampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan kasih sayang. Tentu akan berpahala bila ajaran ini diamalkan, begitu pun sebaliknya ada konsekwensi bagi umat yang tidak mengindahkannya.

“Dan barang siapa yang menyakiti orang mukmin (baik laki-laki atau perempuan) tanpa dasar atau menuduh (yang belum tentu kesalahan yang dibuat nya) maka sungguh kamu akan menanggung dosa yang sangat berat” tandasnya.

Pimpinan sekaligus Pengasuh Majelis Al-Gahwah ini menjelaskan tentang hadits ini. Diuraikannya bahwa larangan menyakiti (baik dengan lisan atau fisik) dengan menuduh tanpa dasar pada sesama muslim biasa saja tidak boleh, terlebih menuduh atau menyangkakan perbuatan tanpa dasar pada ulama yang nota bene penghapal/pengajar al-quran.

Dalam keterangan selanjutnya Al Ustadz menjelaskan juga tentang “Luhumul Ulama’ Masmuumah” Darah atau Daging Ulama itu beracun, jangan menyakiti atau menuduh ulama melakukan perbuatan yang tidak ada pada dirinya karena bisa jadi itu akan berakibat buruk bagi yang melakukannya.

Jemaah tampak khusyuk menyimak paparan Ustad Anam dalam Kajian Rutin di Majelis Al-Gahwah

Penulis : Hendri Sasdiana
Editor : Ade Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *