22 Januari Vaksin Covid-19 Mulai Disuntikkan

SERANG I DINAMIKABANTEN.CO.ID — Gubernur Banten Wahidin Halim pastikan Vaksin yang telah sampai ke Banten Minggu 3 Januari 2021 sekitar pukul 19.45 WIB sudah lolos uji klinis dan mendapatkan izin dari Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM).

Wahidin megatakan pemerintah Provinsi Bangen menargetkan 43 ribu vaksin Covid-19, saat ini baru datang 14,460.

Kata Wahidin, vaksin yang sudah sampai itu pada 16 Januari 2021 vaksin akan didistribusikan ke 8 Kabupaten Kota di Banten, lalu pada 22 Januari 2021 akan dimulai penyuntikan vaksin.

“Kan udah di uji oleh Lab di Bandung, udah keluar (Uji Klinis dan izin dari BPOM, red) sebelum ke Banten ke Bandung dulu ulah lolos semuanya,” katanya kepada awak media saat ditemui di Pendopo lama Gubernur Banten, Senin 4 Januari 2021.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Vaksin yang jumlahnya 14.560 itu diperuntukkan untuk tenaga kesehatan yang ada di Banten.

4.000 Nakes Tak Dapat Vaksin

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti menyebutkan, ada 4.000 tenaga kesehatan yang tidak mendapatkan vaksin Covid-19.

Ia mengatakan, setelah mengisi data dan riwayat penyakit di SISDMK Kemenkes, 4.000 tenaga kesehatan tersebut ternyata tidak memenuhi syarat dikarenakan memiliki penyakit bawaan.

“Tenaga kesehatan di kita (Banten) berdasarkan data dari Sistem Informasi SDM Kesehatan ada 41.000. Dari 41.000 itu, ada 4.000 yang menderita komorbid atau penyakit bawaan,” ujar Ati kepada wartawan di Gudang Farmasi Banten. Senin (4/1/2021).

Ia menyebutkan, penyakit bawaan seperti diabetes, hipertensi, jantung, gagal ginjal, dan sebagainya diderita oleh 4.000 tenaga kesehatan di Banten.

“Sehingga, ada sekitar 36.000 sasaran tenaga kesehatan yang akan dilakukan vaksinasi,” kata Ati.

Selain yang memiliki penyakit bawaan, tenaga medis yang sudah pernah terpapar virus corona juga tidak akan mendapatkan vaksin.

Ati menjelaskan, tenaga medis yang sudah pernah terpapar dan sembuh dengan sendirinya membentuk antibodi atau kekebalan dengan alami.

“Yang sudah pernah terkena Covid-19 di bulan-bulan terdekat ini tidak akan dilakukan vaksinasi. Karena yang sudah pernah terpapar dengan sendirinya membentuk antibodi, kekebalan sendiri,” tandas Ati.

Vaksinasi dipercepat

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, pelaksanaan vaksinasi kepada tenaga medis akan dipercepat. Awalnya dijadwalkan pada tanggal 22 Januari menjadi tanggal 14 Januari 2021.

“Pak Jokowi ingin mempercepat pelaksanaannya tanggal 14 Januari, itu vaksinasi pertama. Awalnya kan tanggal 22 Januari,” kata Andika.

Sebelumnya, pemerintah pusat memberikan sebanyak 14.560 vaksin Sinovac kepada Provinsi Banten pada tahap pertama pada Minggu, 3 Januari 2021.

Pada minggu ketiga bulan Januari 2021, pengiriman kedua akan datang lagi vaksin Sinovac sebanyak 68.920.

Tahap pertama akan dialokasikan untuk tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan.

Sebelumnya diberitakan, Vaksin Sinovac Covid-19 telah tiba pada Minggu 3 Desember 2020 pukul 19.45 di Provinsi Banten.

Pantauan lokasi, vaksin dari Kemenkes itu dibawa oleh kendaraan roda empat yang dikawal oleh mobil Barakuda dengan anggota personel kepolisian lengkap yang dibekali senjata laras panjang.

Vaksin covid-19 yang baru datang itu disimpan sementara di Labkesda (Gudang Farmasi) Provinsi Banten yang telah lengkap dengan lemari pendingin khusus.

Karo Ops Polda Banten, Kombes Pol Roem mengatakan vaksin tersebut diberangkatkan dari Biofarma, Bandung, Jawa Barat sekitar pukul 15.45 WIB siang tadi, dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.

“Barusan datang, sekitar pukul 19.45 wib. Langsung di masukkan tadi, kita melakukan pengawalan tadi dari Brimob, diberangkat dari Bandung sekitar pukul 15.45 wib dari Biofarma,” katanya kepada media di lokasi.

Kombes Pol Roem mengaku jumlah vaksin yang telah sampai ke Banten ini berjumlah 14.560 vial atau delapan boks kardus yang ditutup rapat dengan alat pembantu lainnya.

Selama ada vaksin di tempat itu akan dijaga ketat oleh aparat kepolisian secara terus menerus untuk mengamankan vaksin dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita akan melakukan pengamanan 24 jam bersama dinas kesehatan. Soalnya tanggal 16 itu harus di didistribusikan ke delapan Kabupaten Kota,” ujarnya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *