12 CPMI Ilegal Asal Banten Berhasil Diselamatkan

SERANG I DBC — Sebanyak 12 calon pekerjan migran Indonesia (CPMI) dulu TKI asal Banten yang diduga unprosedural alias ilegal berhasil diselamatkan jajaran Kementrian Ketenagakerjaan saat menggelar Sidak di sebuah tempat penampungan pekerja migran Indonesia pada akhir Desember 2019.

Saat ini mereka bersama 120 CPMI ilegal lainnya tengah diberikan pembinaan di Rumah Penampungan dan Trauma Center (RPTC) Kemensos RI, Bambu Apus Jakarta. RPTC sendiri memberi tenggat penitipan sampai 20 Januari 2020.

Kabarnya para CPMI ilegal itu akan dikirim dan dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga di beberapa negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman dan Bahrain, padahal sebagimana diketahui bahwa sejak tahun 2015 hingga saat ini pemerintah telah melakukan moratorium pengiriman TKI/PMI ke negara Timur Tengah.

“Kami akan kirimkan tim untuk melakukan penjemputan terhadap 12 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Banten itu. Rencananya penjemputan akan dilakukan Senin besok (20/1),” kata Al Hamidi, Jumat (17/1) di Serang.

Setelah dilakukan penjemputan, sambung Al Hamidi, pada hari yang sama 12 CPMI itu terlebih dahulu dibawa ke kantor Disnakertrans Provinsi Banten untuk diserahkan ke kabupaten/kota daerah asalnya masing-masing CPMI tersebut.

“Jadi kami meminta kepada kabupaten/kota untuk mengirimkan tim penjemputan ke Disnakertrans Provinsi Banten agar memulangkan para CPMI ke tempat tinggalnya masing-masing,” katanya.

Berikut data 12 CPMI ilegal yang diperoleh dari Disnaketrans Banten adalah 1. Etik asal Pandeglang, 2. Rosita asal Pandeglang, 3. Kasem Bt. Dasimah asa Pandeglang, 4. Suryati Meliyasari asal Pandeglang, 5. Ida Farida asal Pandeglang, 6. Sugiarti asal Pandelang.

Selanjutnya 5 CPMI asal Kabupaten Serang atas nama 1. Dumiyah dari Kecamatn Pontang, 2. Sumami dari Kecamatan Tanara, 3. Rasih dari Kec. Tanara, 4. Hj. Rumsiyah, Kec. Ciangka dan Apudoh dari Kec. Pontang.

Sedangkan satu CPMI lainnya berasal dari kota Cilegon atas nama Rohiyah dari Kecamatan Ciwandan. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *